65 Kebakaran di Jakut-Kepulauan Seribu sejak Juli, Warga Diminta Tak Bakar Sampah

Rabu, 16 September 2026 | 11:29:31 WIB
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 65 kebakaran sepanjang 1 Juli-15 September 2026.

FOKUSMEDIA.CO.ID — Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 65 kebakaran terjadi sepanjang 1 Juli hingga 15 September 2026. Sebanyak 35 kejadian di antaranya berlangsung di lokasi terbuka seperti lahan alang-alang dan tumpukan sampah.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Budi Haryono menyatakan pihaknya mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Peringatan itu disampaikan setelah 65 kebakaran tercatat di wilayah tersebut sepanjang 1 Juli-15 September 2026.

"Sebanyak 35 kejadian di antaranya terjadi di lokasi terbuka, seperti alang-alang dan tumpukan sampah," ujar Budi, Rabu (16/9/2026).

Data tersebut menunjukkan lebih dari separuh kebakaran terjadi bukan di bangunan, melainkan di area terbuka yang dipenuhi material kering. Kondisi ini membuat lahan kosong dan tumpukan sampah menjadi titik rawan selama musim kemarau.

Puntung Rokok dan Bakar Sampah Jadi Pemicu Utama

Budi menjelaskan, kelalaian membuang puntung rokok dan kebiasaan membakar sampah menjadi dua hal yang perlu diwaspadai. Keduanya berisiko tinggi, terutama di area yang dipenuhi materiel kering dan mudah terbakar.

"Musim kemarau membuat material mudah terbakar. Kami minta warga tidak membuang puntung rokok masih menyala dengan sembarangan dan tidak membakar sampah," tutur dia.

Dua kebiasaan itu disebut Budi sebagai pemicu yang sebenarnya bisa dicegah. Pembakaran sampah di pekarangan atau lahan kosong, misalnya, kerap dilakukan warga tanpa memperhitungkan arah angin dan kondisi sekitar.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Terkecil

Menurut Budi, upaya pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan terkecil. Masyarakat diminta saling mengingatkan serta menjaga area sekitar tetap bersih dari material yang mudah terbakar.

Langkah sederhana seperti tidak menumpuk sampah kering di dekat rumah dan memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang menjadi bagian dari imbauan tersebut. Warga juga diharapkan aktif memeriksa potensi bahaya di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Imbauan ini berlaku untuk seluruh wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, termasuk kawasan padat permukiman yang berdekatan dengan lahan kosong. Selama musim kemarau berlangsung, potensi kebakaran di lokasi terbuka diprediksi tetap tinggi jika kebiasaan membakar sampah tidak dihentikan.

Lokasi Terbuka Mendominasi Kejadian

Dari 65 kejadian, 35 di antaranya terjadi di lokasi terbuka. Sisanya tersebar di bangunan dan area lain di wilayah Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu.

Dominasi kebakaran di ruang terbuka ini menandakan pola yang berbeda dari kebakaran permukiman pada umumnya. Alang-alang dan tumpukan sampah yang mengering selama kemarau menjadi bahan bakar alami yang mempercepat penyebaran api.

Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu belum merinci jumlah kerugian dari puluhan kejadian tersebut. Namun, pihaknya menegaskan bahwa pencegahan berbasis kesadaran warga menjadi kunci menekan angka kebakaran hingga musim kemarau berakhir.

Tags

Terkini