Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Fase 1B Beroperasi

Kamis, 17 September 2026 | 01:53:02 WIB

FOKUSMEDIA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai, Rabu, menandai beroperasinya jalur Fase 1B yang menghubungkan kawasan Jakarta Utara dengan simpul transportasi Manggarai. Peresmian itu dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dengan beroperasinya jalur ini, penumpang dari Kelapa Gading dapat berpindah ke KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, dan Kereta Bandara dalam satu kawasan terpadu.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut kehadiran LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai memperkuat integrasi antarmoda di ibu kota. Menurutnya, layanan baru ini tidak sekadar menambah pilihan perjalanan bagi warga.

"Kehadiran layanan ini bukan hanya menambah pilihan transportasi publik bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat integrasi antarmoda di Jakarta," kata Dudy di Jakarta, Rabu.

Manggarai Disiapkan Jadi Simpul Perpindahan Penumpang

Presiden Prabowo menilai kawasan Manggarai akan berkembang menjadi pusat transit setelah LRT melintas di sana. Ia menyebut KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, dan Kereta Bandara bakal bertemu di titik yang sama.

"Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang membuat ini berhasil. Lima sampai enam tahun yang lalu siapa yang mengira kita akan memiliki sistem transportasi terintegrasi seperti di Manggarai," ujar Prabowo.

Pernyataan itu disampaikan saat peresmian yang turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Kehadiran kepala daerah dalam acara tersebut menegaskan bahwa pengelolaan LRT Jakarta berada di ranah Pemerintah Provinsi DKI, sementara Kementerian Perhubungan berperan pada sisi regulasi dan integrasi lintas moda.

Fase 1B Dianggap Kunci Konektivitas Jakarta Utara

Jalur Kelapa Gading–Manggarai merupakan bagian dari LRT Jakarta Fase 1B. Pembangunan dan pengembangannya didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah pihak lain.

Dudy menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI atas dukungan yang diberikan sejak tahap konstruksi hingga pengembangan. Menurutnya, kerja sama lintas institusi menjadi faktor penentu selesainya proyek ini.

Ia juga menekankan arah pengembangan transportasi perkotaan ke depan. Jaringan angkutan umum, katanya, harus saling terhubung agar perjalanan warga semakin mudah, selamat, aman, nyaman, dan efisien.

Ekosistem Transportasi Publik Jadi Sasaran Berikutnya

Pemerintah menargetkan integrasi tidak berhenti pada penyambungan rel semata. Dudy menggambarkan simpul transportasi yang dibangun sebagai satu ekosistem tempat penumpang berpindah antarmoda tanpa hambatan berarti.

"Simpul transportasi yang kita bangun adalah sebuah ekosistem transportasi publik yang terintegrasi. Masyarakat harus semakin mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya," ujarnya.

Dengan pola itu, perjalanan dari kawasan pinggiran menuju pusat kota diharapkan tidak lagi bergantung pada satu moda. Penumpang bisa memulai dari LRT, lanjut ke KRL atau bus, lalu menuntaskan perjalanan dengan kereta bandara bila menuju bandara.

Tahap berikutnya yang menanti adalah penyesuaian layanan operasional, mulai dari jadwal keberangkatan, tarif terpadu, hingga penataan akses pejalan kaki di sekitar stasiun. Sejumlah titik perpindahan di Manggarai dikenal padat, sehingga kelancaran alur penumpang menjadi ujian tersendiri.

Bagi warga Kelapa Gading dan sekitarnya, jalur ini memangkas ketergantungan pada kendaraan pribadi menuju kawasan tengah Jakarta. Dampaknya baru terasa penuh bila frekuensi perjalanan dan keterpaduan tiket dengan operator lain berjalan mulus.

Terkini