RTH Rengasdengklok Karawang Telantar Usai Relokasi Ratusan Pedagang, Kini Jadi Lokasi Pembakaran Sampah

RTH Rengasdengklok Karawang Telantar Usai Relokasi Ratusan Pedagang, Kini Jadi Lokasi Pembakaran Sampah
RTH Rengasdengklok di Karawang terlihat kumuh dengan rumput liar yang tumbuh tidak terkendali.

KARAWANG — Aktivitas pembakaran sampah liar di dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengasdengklok memantik kritik dari pegiat lingkungan. Lembaga Pencinta Lingkungan Hidup Nusantara (LPLHN) menilai kondisi ini kontras dengan pengorbanan yang telah diberikan para pedagang setempat demi pembangunan proyek tersebut.

Pedagang Direlokasi, RTH Malah Tak Terurus

Wahyudin, perwakilan LPLHN, menyayangkan perawatan fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat ini. Ia menegaskan bahwa ada harga mahal yang harus dibayar warga, terutama pedagang yang kehilangan tempat usaha, agar kawasan ini bisa menjadi ruang hijau yang asri.

"Sangat disayangkan jika RTH yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah ini telantar dan justru dijadikan tempat pembakaran sampah. Pemerintah daerah harus ingat bahwa ada pengorbanan para pedagang yang direlokasi demi pembangunan proyek ini," ujarnya.

Asap Ganggu Pengunjung dan Warga Sekitar

Berdasarkan pantauan di lokasi, area yang seharusnya menjadi paru-paru kota dan tempat rekreasi warga itu tampak kumuh. Selain rumput liar yang tumbuh tidak terkendali, kepulan asap dari tumpukan sampah yang dibakar kerap mengganggu kenyamanan warga maupun pengunjung yang datang.

Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan tujuan awal pembangunan RTH yang sempat menjadi proyek ambisius pemerintah daerah. Alih-alih menjadi ruang publik yang sehat, kawasan tersebut kini justru memunculkan persoalan lingkungan baru.

DLH Karawang Didorong Lakukan Perawatan Berkala

Wahyudin mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk segera turun tangan membersihkan lokasi pembakaran sampah tersebut. Menurutnya, tanpa pengawasan dan pemeliharaan yang konsisten, fungsi utama RTH sebagai ruang publik yang sehat dan bersih tidak akan pernah tercapai.

"Pemeliharaannya harus dilakukan secara serius," tegas Wahyudin, menekankan pentingnya jadwal perawatan rutin agar proyek senilai miliaran rupiah itu tidak menjadi sia-sia.

Hingga berita ini ditulis, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah penanganan dan jadwal pemeliharaan berkala untuk kawasan RTH Rengasdengklok.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index