PKS Kemendag-Kadin Dorong Lahirnya Eksportir Muda dari Bandung

PKS Kemendag-Kadin Dorong Lahirnya Eksportir Muda dari Bandung
Penandatanganan kerja sama PKS Kemendag-Kadin berlangsung di Auditorium Utama Kemendag, Jakarta.

FOKUSMEDIA.CO.ID — Penandatanganan digelar di Auditorium Utama Kemendag. Fokus kerja sama ini mencakup tiga hal: pengembangan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, dan peningkatan daya saing ekspor. Lewat perjanjian ini, kolaborasi pemerintah dan Kadin bergeser dari tahap perencanaan ke implementasi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa perluasan pasar ekspor harus berjalan seiring penguatan kapasitas pelaku usaha. Menurut dia, peluang dagang yang terbuka di berbagai negara tidak akan berarti bila pengusaha lokal belum siap memanfaatkannya.

“Pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor dan membawa semakin banyak produk Indonesia ke pasar global. Untuk itu, kita juga harus memastikan pelaku usaha memiliki kapasitas dan daya saing untuk memanfaatkan peluang tersebut,” ujar Budi dalam rilis yang diterima redaksi.

Sinergi Pemerintah dan Jaringan Bisnis untuk Eksportir Terintegrasi

Budi menjelaskan, kerja sama ini menghubungkan kapasitas pemerintah dengan jaringan dunia usaha yang dimiliki Kadin. Sasarannya adalah membangun ekosistem pengembangan eksportir yang lebih terintegrasi—bukan sekadar menambah pengetahuan teknis tentang prosedur ekspor.

“Sinergi pemerintah dan Kadin menjadi penting untuk menghubungkan pengembangan pelaku usaha dengan kebutuhan dan peluang pasar,” kata Budi.

Skema ini dirancang untuk menjembatani kesiapan internal pengusaha dengan kebutuhan riil pembeli di luar negeri, termasuk akses ke buyer dan peluang transaksi konkret. Pendekatan semacam ini dinilai lebih relevan ketimbang sekadar menggelar pelatihan seremonial.

Mendorong Transaksi Nyata, Bukan Sekadar Sertifikat Pelatihan

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Juan Permata Adoe memberi catatan tegas: pelatihan bukan tujuan akhir. Kadin mengarahkan program pengembangan eksportir pada hasil terukur—dari kesiapan usaha, pembukaan akses pasar, hingga terciptanya transaksi.

“Pelatihan bukan tujuan akhir. Pelatihan harus menghasilkan kesiapan, kesiapan harus membuka akses pasar, dan akses pasar harus kita dorong menjadi transaksi,” kata Juan.

Indikator keberhasilan program tidak lagi dihitung dari jumlah kegiatan, melainkan dari bertambahnya eksportir baru dan kemampuan pelaku usaha bertahan di pasar global. Artinya, perusahaan lokal yang sebelumnya hanya melayani pasar domestik harus mampu menembus rantai pasok internasional secara berkelanjutan.

Kadin Export Academy: Jembatan Antara Pelatihan dan Kebutuhan Pasar

Untuk menopang target tersebut, Kadin menyiapkan KADIN Export Academy sebagai ekosistem pengembangan eksportir. Lembaga ini menghubungkan riset pasar (market intelligence), pelatihan dan mentoring, exposure ke pasar luar negeri, hingga pengembangan akses pasar secara konkret.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan, pengembangan kompetensi harus mengikuti perubahan kebutuhan pasar global secara dinamis. Standar teknis, regulasi negara tujuan, dan karakteristik pembeli menjadi materi yang wajib dipahami pelaku usaha.

“Pelaku usaha tidak hanya perlu memahami proses ekspor, tetapi juga standar, regulasi, karakteristik pasar, dan kebutuhan buyer. Melalui kolaborasi ini, penguatan kompetensi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan nyata dunia usaha,” ujar Djatmiko.

Peluang Pasar Tanpa Kapabilitas Dinilai Sia-sia

Wakil Ketua Umum Bidang Daya Saing Ekspor Kadin Puti Reno Ali mengingatkan bahwa kapabilitas pelaku usaha adalah syarat mutlak untuk menangkap peluang yang ada.

“Peluang pasar saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelaku usaha Indonesia memiliki kapabilitas untuk menangkap peluang tersebut dan mengubahnya menjadi transaksi,” ucap Puti.

“Artinya, kita perlu memahami apa yang dibutuhkan pasar, lalu memastikan pelaku usaha kita mampu memenuhinya secara konsisten dan kompetitif,” sambungnya.

Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah meningkatkan rasio eksportir terhadap jumlah pelaku usaha nasional. Selama ini, jumlah eksportir Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan total unit usaha yang beroperasi, dan sebagian besar ekspor justru ditopang oleh segelintir perusahaan besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index