FOKUSMEDIA.CO.ID — Basarnas menyiapkan operasi salvage KM Virgo Transport 8 dengan mendatangkan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia. Langkah itu diambil karena cuaca buruk masih menghambat pencarian bawah air, sementara 129 orang dari 243 penumpang belum ditemukan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim ahli dari luar negeri bersama tenaga ahli dalam negeri akan melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal. Hasil asesmen itu menentukan langkah operasi serta kebutuhan sarana dan prasarana sebelum salvage dijalankan.
Operasi penyelamatan dan pengangkatan kapal menjadi opsi perluasan pencarian setelah upaya bawah air terkendala cuaca di Laut Jawa. Kapal ditemukan terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Tim Ahli Tiba Bertahap di Banjarmasin
Syafii menyebut sebagian personel sudah berada di lokasi, sementara personel pelengkap diperkirakan tiba sekitar pukul 10.00 pagi. Menurut dia, tim ahli yang dihadirkan kebanyakan berasal dari Jakarta.
"Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi," kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam.
Setelah personel lengkap, tim akan difasilitasi melakukan observasi melalui udara. Mereka kemudian kembali ke Banjarmasin untuk mengikuti rapat koordinasi berdasarkan hasil asesmen kondisi kapal.
Rapat itu menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Peralatan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Balon untuk Membalikkan Posisi Kapal
Salvage disiapkan apabila pencarian bawah air tetap tidak dapat dilakukan akibat cuaca buruk. Salah satu rencananya membalikkan posisi kapal menggunakan balon agar tim bisa masuk dan mengevakuasi korban di dalamnya.
Operasi semacam itu menangani kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, atau rusak berat. Cakupannya meliputi mengamankan kapal, membalikkan posisi, membuka akses ke bagian dalam, mencari dan mengevakuasi korban, lalu memindahkan kapal dari lokasi kecelakaan.
Setelah proses SAR diyakini selesai, kapal baru ditarik untuk kepentingan penyelidikan atau investigasi. Pelaksanaan salvage menyesuaikan hasil observasi dan asesmen tim ahli terhadap kondisi kapal.
"Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui," ujar Syafii.
129 Orang Masih Belum Ditemukan
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan terbalik.
Hingga Rabu (16/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan. Pencarian bawah air belum bisa dilanjutkan selama cuaca di Laut Jawa belum membaik.